Selasa, 18 Juli 2017

Pengalaman perjalanan ke Bangkok dan Udon Thani, tgl 7-13 Juli 2017 (II)

Continued
*Tgl 11 Juli 2017, agenda di hari ke2 ini menuju Wat Pa Na Koon , vihara tempat Luangpho Bun Mee, tetapi ada info dari umat sekitar kalau Luangpho Bun Mee sudah menyerahkan vihara ini kepada murid senior beliau yang bernama Luangpho San. Luangpho San juga sudah sesepuh di vihara tersebut. Jam 4.25 dini hari uda siap2 di bus travel menuju Wat pa na koon.mata masih mengantuk, Jam 7.15 akhirnya sampai juga di vihara Luangpho San.Sebelum kami berdana, saya dan fotograph vihara dhammacakka  yang bernama ko hengky, mengejar para ajahn untuk mengambil gambar pada saat beliau2 berpindapatta. Ini adalah pengalaman yang tak terlupakan. Kira-kira perjalanan menuju ke rumah2 warga sekitar 1-2 km. Jika tidak mempunyai stok oksigen, jangan mencoba untuk mengikuti para ajahn berjalan kaki. karena sangat dibutuhkan stamina yang kuat, mulai dari paru2 dan kaki.hehe.Setelah para ajahn selesai pindapatta, salah satu murid luangpho san mengajak kami untuk menaiki mobil pengangkut makanan. karena saya perempuan sendiri disini, saya menanyakan kembali kepada beliau, apakah tidak apa2 saya ikut disini (dalam bahasa inggris). Bhikkhu tersebut mengatakan itu tidak masalah, bhikkhu tersebut fasih menggunakan bahasa inggris.sayang, saya tidak menanyakan nama beliau.hehe.Hanya butuh waktu 5 menit saja untuk sampai kembali ke vihara. duduk di mobil bak terbuka tanpa keamanan, hanya memegang dinding pintu belakang saja, itu membuat adrenalin sedikit naik...jika ada tanjakan atau lubang di jalan, selesai si metta.hehe.Setelah kami selesai berdana, kami diajak untuk makan bersama di bawah dhammasala. Walau viharanya tidak termasuk megah, tetapi vihara ini sangatlah luas. Sungguh membuat diri ini takjub juga.Luangpho San sudah menginjak usia 87 tahun. Beliau memberi sedikit wejangan Dhamma kepada kami,yang seperti ini " Hanya diri sendiri yang mampu belajar,mempraktikkan Ajaran Sang Buddha, berbagai banyak guru,luangpho yang mengajarkan Dhamma, tetapi jika orang tersebut tidak mempraktikkan, tidak mengikuti petunjuk yang diberikan, itu sama saja sesuatu yang percuma. jadi, praktikkan meditasi, inti ajaran Sang Buddha" Sadhu3x luanpho....


Rute ke2 menuju ke vihara Luangpho Utai Dhammavaro, yang bernama Wat pu Ya U,Sekitar jam 9 kurang 15 menit kami sudah mulai jalan menuju kesana.Vihara ini berada diatas gunung. karena medan jalan agak terjal dan licin penuh lumut, kami hanya diantar dibawah. Dan kami berjalan kaki untuk sampai keatas. Kanan kiri penuh dengan pohon dan batu2 besar. Konon ceritanya, Ajahn Mun Bhuridatto menghabiskan masa vassa beliau di hutan ini. WOW...


Sekitar jam 10.30 kami tiba di vihara Luangpho Utai. Keren juga viharanya,walaupun diatas gunung dan tertutup oleh rimba.Kata tour guide kami, vihara inilah vihara yang terjauh di Udon Thani.

Kebetulan Luangpho Utai masih di kuti, jadi kami bisa bertemu dengan beliau, Beliau termasuk orang yang penuh energi disaat usianya sudah tidak muda lagi.Luangpho berusia 74 tahun.Luangpho Utai sangat lincah dari tutur katanya, maupun dari gerak fisiknya. Walaupun beliau memberikan wejangan dengan bahasa thai, beliau berusaha untuk membuat kami mengerti akan Dhamma yang beliau utarakan. Beliau sering mengulang kata2 seperti Loba,Dosa,Moha, dan menunjuk langsung ke arah dada beliau. Tour guide kami ada mengartikan sedikit kata2 beliau seperti " Hati-hati dengan Loba,Dosa,dan Moha, mereka itu adalah kotoran dalam Batin. Kalian harus terapkan Sati-sampajanna,dimanapun berada. Kalian harus memunculkan aloba,adosa,amoha, kalau kalian mau ke sugati,banyak macam sugati, ada tusita,tavatimsa.Kalau tidak kalian akan pergi ke niloka...Saya juga sempat memberikan pertanyaan kepada beliau, sayang beliau tidak bisa menggunakan bahasa inggris. jadi beliau mencampur dengan bahasa pali. Walaupun dengan bahasa Thai, yang saya tidak pahami, saya mengajukan pertanyaan dua kali kepada beliau, saya menjadi haus pertanyaan pada saat di hadapan beliau.Untung masih ada bahasa pali disisipkan beliau, jadi saya mengerti sedikit2, dan mencoba memahami apa yang beliau utarakan dalam bahasa thai. Sorot mata beliau pada saat menjelaskan kepada saya, sangat teduh. seakan-akan beliau tahu dan yakin kalau saya mencoba untuk memahami,menggali  lebih dalam Dhamma yang beliau jelaskan. Beliau juga mengacungkan kedua jempol kepada saya, dan membuat anggota tour yang lain menjadi kaget. Saya masih penasaran dengan beliau. Luanpho, semoga luangpho senantiasa sehat,panjang umur,dan cita2 luhur luangpho tercapai di kehidupan ini.

the best moment that i ever had....
Kami pun pamit, dan Luangpho menyuruh kami untuk memberikan hormat dan namaskara kepada Guru,Sang Buddha sebelum pulang. Sadhu Luangpho.
Rute ke3 menuju vihara Luangpho Inthawai, yang bernama Wat Pa Na Kham Noi.Setelah makan siang kami menuju kesana, Sekitar jam 15.30 kami sudah tiba di Wat pa na kham noi. Pintu masuk menuju vihara ini diawali dengan pohon2 besar. seperti pohon ulin, pohon beringin. Vihara ini termasuk vihara paling megah yang saya lihat di Udon Thani. Begitu megah dan WAH...



Luangpho Inthawai ada dikuti. setelah memberikan dana kepada beliau, kami ditanyai beberapa pertanyaan yang sudah diterjemahkan oleh bhikkhu muda dari indonesia yang bernama peter. Bulan Mei lalu Luangpho Inthawai datang berkunjung ke Indonesia, dan memang diundang di beberapa kota seperti Jakarta dan Medan. Luangpho bertanya kami berapa hari disini, kepala rombongan pun menjawab 5 hari saja, dan Luangpho Inthawai tertawa, "kenapa hanya 5 hari saja, saya di Indonesia, 10 hari..hehehehe.Luangpho Inthawai merupakan murid senior dari Luangta Mahaboowa. Setelah 1 jam dikuti, kami pun mohon pamit. Cuaca diluar sangat mendung tanda mau hujan. Dan ternyata benar , kami diguyur hujan yang sangat deras saat menuju vihara yang bernama Wat Pa Pu Khon.Vihara beratap warna Biru langit diatas gunung.Sekitar jam 16.30 kami sampai disana.


Didalam vihara ini terdapat rupang Sang Buddha dengan posisi Parinibbana dengan ukuran raksasa. WOW. Bus tidak bisa mengantar kami sampai didepan vihara, jadi kami naik mobil strada triton yang disana bernama sing taew. Setelah asik berfoto ria, kami pun pulang, karena sudah mau malam. Jam 9 malam baru bisa makan malam, karena jarak dari vihara Pa Pu Khon dengan pusat kota lumayan jauh....

*Tgl 12 Juli 2017 jam 5.09 dini hari kami sudah di bus.Rute pertama hari ini menuju Vihara Luangta Mahaboowa yang bernama Wat pa Baan Taad.Sekitar jam 6.05 kami sampai divihara ini. Pekarangan vihara ini juga sangat luas. Ditengah2 lingkaran ada tempat kremasi Luangta Mahaboowa. 

Seperti kemarin lagi, kami mengejar para bhikkhu untuk berpindapatta, hanya saya berdua dengan ko hengki lagi. sedangkan yang lain standby di tempat yang sudah disediakan.Jarak dari vihara menuju rumah2 warga lumayan jauh. sekitar 3 km. kami menempuh dengan berjalan kaki. Betis seperti tertarik.hehe.Tapi tetap memberikan pengalaman yang tidak akan didapat di Indonesia.hehe. Didalam kompleks vihara ada kuti , kamar terakhir Luangta Mahaboowa menghembuskan nafas terakhir,Tempatnya sangat indah untuk ukuran rumah kayu , dengan model minimalis,dari ulin dan marmer.
Setelah memberikan dana kepada murid senior Luangta Mahaboowa yang bernama Ajahn Sudjai Dantamano, kami pun melihat daerah2 sekitar dan saya sempat merekam video suasana tenang di vihara ini. 
Sekitar jam 11.15 kami sampai di propinsi Nangkhoi ,daerah perbatasan Laos dan Thailand. Jadi lumayan jauh juga jaraknya.Kami menuju vihara yang berisikan rupang Buddha yang terbuat dari emas hampir 93%. 

Lanjut dari vihara ini , sekitar jam 13.00 hujan deras lagi, kami pergi untuk makan siang di daerah provinsi Nangkhoi. Pada saat hujan deras begini, pikiran ini langsung membayangkan kalau dihutan, para bhikkhu2-nya bagaimana ya, dengan jubah 1 pasang, payung kain , huft. betapa kerasnya hidup seorang bhikkhu hutan.
Hujan sudah mulai agak reda, mata ini mulai mengantuk. Kami sampai di pasar Laos-Indo-Thai untuk berbelanja oleh-oleh. Lanjut belanja , kami dibawa ke tempat wisata yang bernama Salakukoi. Banyak patung2 raksasa disana.
Jam 16.45 sore kami lanjut lagi menuju Vihara yang bernama Wat Bodhi Somphon. Vihara ini merupakan vihara tempat bervassa Luangpho Camsi.Vihara ini berada di pusat kota, Jadi rute untuk Vihara hutan yang terakhir di Wat pa baan taad, Kapan lagi bisa kesana....Di sekitar wilayah Wat Bodhi Somphon  terdapat bangunan Stupa besar keemasan yang berisi rupang Sang Buddha, rupang Ajahn Mun,Ajahn Sao, Ajahn Dhammachedi, dan Luangpho Camsi, beserta Reliks2 beliau.

Didalam stupa keemasan itu, dilantai 3 ada reliks gigi Sang Buddha, tetapi kita tidak bisa melihatnya, karena ditempatkan agak tinggi.hehe
Kami juga diberikan buku biography Luangpho Camsi, yang bertuliskan bahasa Thai. hehe.jadi lihat gambarnya saja.hehe.Selesai dari vihara ini, kami pergi makan malam di pusat kota Udonthani. Karena jam 22.00 kami akan berangkat kembali ke Bangkok. Jam 21.01 masih menunggu di bandara,mata mulai berat....Sekitar jam  22.30 kami sampai juga di bandara Don Mueang,Bangkok.langsung menuju hotel, untuk beristirahat. Karena besok pagi, kami akan pergi ke Vihara Sangharaja dan berbelanja di Platinum mall. Besok tgl 13 juga hari terakhir di Bangkok.
*Tgl 13 Juli jam 5 subuh, saya sudah membersihkan diri. Karena jam 6 kami akan pergi berdana di Vihara Sangharaja yang bernama Wat rajabhopit. Sampai disana sekitar jam 7.45 .Tapi karena Sangharaja sakit, jadi murid beliau yang mewakili.

Jam 8.41 kami menuju hotel kembali untuk sarapan dan bersiap-siap karena jam 9.30 kami akan check out dari hotel . Singkat cerita, belanja saja.Sekitar jam 5.15 kami menuju Bandara Don Mueang,Bangkok. Sampai disana jam 6 sore, hujan deras lagi. Ada Bhante Dhammajato yang menemani kami. jam 21.05 pesawat boarding, delay 15 menit dari jadwal. Sekitar jam 00.30 sampai di Bandara Soetta,Jakarta.Perjuanganku belum selesai, karena saya harus ke Terminal 1 A untuk berangkat kembali ke kampung halaman.Jam 1.05 dini hari, akhirnya sampai juga di Jakarta, segeralah diri ini mencari shelter bus untuk diantar ke terminal 1A, Jam 5.05 sudah masuk pesawat menuju kampung nan jauh dimato. Jam setengah 10 pagi sampai juga. Bye2 Udon Thani, tetaplah menjadi pulau para Arahat.Jangan berubah,biarkan jantung Dhamma tetap lestari disana.Semoga berkat jasa-jasa kebaikan yang saya lakukan di daerah Bangkok dan Udon thani melimpah kepada papa,mama,sanak keluarga,semua para samana yang sedang berjuang, dan semua mahluk tanpa terkecuali semoga berbahagia, dan untuk diri ini, semoga cita-cita luhur saya tercapai di kehidupan ini. Sadhu sadhu sadhu...

Sekian cerita perjalanan di Bangkok dan Udon thani yang saya jalani sendiri.Banyak pengalaman yang akan saya simpan dan saya kenang untuk waktu yang lama. My trip my adventure....


.

Senin, 17 Juli 2017

Pengalaman perjalanan ke Bangkok dan Udon Thani, tgl 7-13 Juli 2017

Sebenarnya tour ini dimulai dari tgl 8 Juli, tetapi karena saya berbeda pulau dan harus kumpul di Jakarta, alhasil saya harus ke Jakarta 1 hari sebelum tgl 8 juli. 
* Tgl 7 Juli 2017 jam 5.51 subuh saya uda berada di pesawat menuju Jakarta, Hujan deras menemeni saya dalam perjalanan. Dengan seorang diri , saya berangkat menuju ke tempat impian...ceile.. Jam 7.20 uda sampai di Bandara Balikpapan, nga turun, jadi standby aja dalam pesawat (syukur) setelah pesawat diisi bahan bakar, pesawat pun terbang kembali menuju tujuan terakhir.Jam 9.35 sampai di Bandara Soetta, Jakarta, Setelah tanya supir blue bird, saya segera mencari penginapan s***** i** a******** .dengan harga yg sudah dibooking 245.000, ditambah waktu untuk keluar besok jam 7.30 pagi, saya menambah biaya 150.000 (hiks ) belum biaya taxi+airport tax+masuk parkir area penginapan, total 80.000 (hiks hiks ) mau nangis rasanya. haha...Dikampung blng my mother, still raining...huft...
*Tgl 8 Juli 2017 jam 8 uda sampe di terminal 2, khusus untuk keberangkatan luar negeri.diantar mini bus hotel. gratis (syukur) . Karena perut belum diisi, jadi cari sarapan dulu di sekitar terminal dengan harga fantasik.hehe.menu yang dipilih hanya nasi goreng+aqua botol kecil, habis 63.000. (haha) wes, yang penting kenyang aja. Jam 9.45 ketua rombongan tour kami akhirnya sampai juga di terminal 2 dan saya juga berkenalan dengan mereka, karena memang baru ini bertemu. Saya mendapat kartu nama juga. Jam 11.00 check in diluar. jam 12.20 check ini lg didalam. Dari pintu masuk luar terminal 2, uda check in, ini check in lagi.. huft...Ada kejadian, shampo dan aqua yang baru dibeli, disita petugas. Karena ini baru kali pertama, saya berangkat keluar negeri, barang cair lebih dari 100 ml, harus masuk bagasi. Saya hanya anak backpacker , yang nga butuh bagasi lagi, jadi shampo dan aqua itu harus direlakan diambil petugas bandara. pengalaman...Jam 13.40 uda masuk pesawat, setelah check ini hampir 4 kali...huft...Estimasi sampai Bandara Don Mueang,Bangkok sore sekitar 3 jam 20 menitan. Akhirnya,jam 5.15 sore sampai juga di Bandara Don Mueang. Ngantri dulu di bag.Imigrasi yang antriannya kayak antri isi bensin. panjangnya minta ampun. Turun ke lantai bawah  untuk ambil bagasi teman2 tour sekitar jam 18.20 .Selesai mengambil barang2 bagasi, kami diabsen dulu, siapa tau ada yang ketinggalan atau ada yang masih di WC. Tour guide kami datang juga menjemput kami. Mr.Ken, beliau dipanggil, orang Thai asli tetapi fasih berbahasa Indonesia,Kami dibawa ke suatu tempat, seperti tempat pusat para agent travel , anggota tour yang baru datang menginjak bandara don Mueang wajib dikalungi bunga oleh putri Thailand tanda penyambutan oleh tuan rumah.tidak lupa difoto juga.Kami diantar untuk segera menaiki bus travel yang sudah menunggu.Sekitar jam 19.45 kami dibawa ke restoran yang bernama Ten ten suki untuk mengisi perut yang keroncongan.hehe.Ceritanya neh mau puasa uposatha, tapi karena perjalanan yang cukup melelahkan, tidak jadi puasa deh.hehe. Setelah makan malam, kami dibawa ke pasar Asiatique, pasar yang dekat sungai.


Sekitar jam 21.00 kami sampai juga di pasar tersebut. lumayan jauh juga dari tempat makan, menuju ke pasar itu.belum lagi macet.Bangkok ternyata bisa macet juga y.hehe.Di sepanjang perjalanan, saya mendengar chanting saranagamam patha di salah satu vihara yang berada di pinggir jalan, pakai Toa bok, dikiraiin mesjid lagi adzan,Lupa kalau disini Bangkok.. hehe. Belanja baju kaos disana sama makanan ringan untuk dana kepada para bhikkhu yang berpindapatta di sekitar vihara wat bowon.(harga baju anak2 kecil rata2 200 baht), Sekitar jam 23.30 kami sampai juga di Chada hotel. masuk kamar, siapiin baju ,mandi langsung tidur.....zzzzzz...
*Tgl 9 Juli 2017 jam 4.30 wake up call. Agenda pagi buta ini kami akan berdana kepada para bhikkhu yang melakukan pindapatta di sekitar Wat Bowoniwet temple, Jam 5.35 akhirnya kami sampai juga di vihara ini. jam 7.10 kami kembali ke hotel untuk bersih2 dan sarapan. Perasaan happy, terharu, mencuat ke permukaan...nga menyesal datang kesini dari kampung nan jauh....
 jam 9.08 kami masuk bus travel lagi, siap2 mau berkunjung ke tempat pusat batu2 permata seperti berlian, batu safir,intan,dll...harganya wowwww....jadi cuma bisa lihat doank.hehe ditempat itu juga nga boleh ambil foto, Warning....Jam 11.00 kami dibawa jalan ke tempat pusat pembuatan tas, dompet  kulit asli. jadi disana diberikan beberapa contoh perbedaan, mana kulit asli dan kulit yang imitasi.Untuk harga fantastis juga. hehe Jam 11.30 pergi makan siang . Jam 13.00 kami kembali ke Wat bowoniwet,untuk melakukan dana bunga tanda mulainya masa vassa untuk para bhikkhu. Dikabarkan ada Raja yang datang untuk melakukan dana bunga juga. Anak mendiang Raja Bhumibol.Jadi nga heran, hampir jalanan di sekitar vihara, ditutup dan dijaga pasukan kerajaan dan kepolisian.






  Bunga-bunga dimana-mana...Sebelum melakukan dana bunga, kami diundang Bhante Dhammajato untuk beristirahat sambil ngobrol santai di kuti beliau. Beliau merupakan bhikkhu dari STI yang menghabiskan masa vassa di bangkok. Seru juga dengariin bhante berbicara, yang disisipi Dhamma. Terima kasih bhante, atas wejangan Dhamma yang walaupun singkat tapi sangat berguna, dan gulali khas Thai.hehe
Jam 5.15 sore, kami diberi waktu duluan untuk melakukan dana bunga, dengan ijin dari Bhante Dhammajato, karena beliau tahu kalau kami akan berangkat lagi ke Udon Thani, mengingat waktu untuk mulai dana bunga ini, agak telat dari waktu yang telah ditentukan.
Segeralah kami bergegas menuju bus travel untuk langsung menuju bandara. Jadi saya melihat pemandangan dimana semua aktivitas warga di stop untuk sementara karena rombongan Raja akan melewati jalan tersebut. Lampu hijau tidak berfungsi untuk sementara.hehe. keren y jadi Raja.hehe.Sekitar jam 19.00 kami tiba di Bandara terminal 2 untuk penerbangan domestik. Sangat jauh perjalanan dari pintu masuk check in bagasi menuju check in di pintu gate 51.Mungkin ada 2 km ....huft...sekitar jam 20.30 kami berangkat menuju Udon Thani. Sampai jam 22.05 kami sampai juga di Bandara Udon thani, entah apa nama bandaranya.hehe Sepi bok bandara ini. Petugas bandara aja cuma kelihatan 1-2 orang aja. Lanjut lagi naik bus travel untuk nuju hotel Grandsiam. Sekitar jam 23.00 kami tiba di hotel Grand siam yang besarnya minta ampun, parkiran luasnya minta ampun. tapi sepi kayak kuburan. Apa mungkin ini uda larut malam. Entahlah. Yang jelas, orang2 uda pada tidur nyenyak, kami masih sibuk mengangkut barang, memilih kamar mana, belum mandi juga. lengkaplah.hehehe
*Tgl 10 Juli 2017 wake up call jam 5 subuh. Mata masih berat untuk kebuka. kayak nda tidur aja.Agenda pertama di Udon Thani  pagi ini menuju Wat phu pa deng, Vihara tempat Luangpho Lee menghabiskan masa vassa. Karena kami sampai disana jam 6.45 , itu menandakan keterlambatan kami untuk melakukan dana kepada bhikkhu hutan yang berpindapatta. Para bhiikhu hutan sudah memulai makan pada saat kami baru tiba disana. tapi itu tidak buat kami sedih gitu aja, kami tetap melakukan dana kepada murid senior Luangpho Lee. Karena Luangpho Lee juga sudah tua, beliau sudah beristirahat di kuti beliau pada saat kami tiba di Wat Phu pa deng. 


Di sekitar wilayah Wat Phu Pa Deng, ada 1 vihara yang masih dalam tahap pembangunan. Vihara ini terletak diatas gunung. Jadi kami bersama-sama menaiki gunung ini, melintasi hutan.Kanan kiri mata hanya melihat semak belukar,pohon bambu, tapi jalanan disana mulus, tidak ada lobang2nya. Bagus untuk berjalan kaki. Tiba di vihara yang tidak tahu namanya, kami menaiki lantai paling atas. Begitu nyaman saat tiba diatas vihara. Angin yang kencang, udara yang sejuk. Mata yang mulanya mengantuk, sekarang terbuka lebar dengan menikmati pemandangan sekitar.it's very cool.....
Selesai dari Wat phu pa deng, kami lanjut menuju ke vihara Ajahn Wanchai. Dengan nama vihara Wat Phu Sangkho. Jam 9.30 kami jalan lagi. Bilang supir bus, sekitar 1 jam sampai di vihara tersebut,Jalan menuju Wat Phu Sangkho berkelok2, kayak ular gitu.dan tour guide kami mengatakan disini banyak ular kobra, jadi tidak banyak bhikkhu yang tinggal di wat phu sangkho. Jam 10.30 tepat kami sampai juga di vihara wat phu sangkho. Murid beliau menyampaikan jika ingin bertemu dengan ajahn Wanchai, bisa tapi jam 12.30 beliau baru bisa menemui kami. Karena beliau masih bermeditasi.Jadi sembari menunggu Ajahn wanchai keluar dari kuti, sebagian dari kami melakukan meditasi duduk di dhammasala.suasana yang tenang di vihara ini cocok untuk meditasi, tapi saya entah kenapa hany bisa bertahan 45 menit saja.hehe. Disudut kiri dhammasala ada patung lilin Luangta Mahaboowa, yang mirip sekali dengan aslinya, sampai2 tato yang ada di tangan luangta mahaboowa pun ada di patung tersebut.Vihara ini walaupun termasuk kecil, tapi sungguh nyaman, saya suka tempat ini , begitu dalam hati saya berucap...



Kami diberi buku juga yang berjudul "Fighting for freedom within by Ven.Ajahn Wanchai" Pada saat kami menunggu Ajahn Wanchai keluar, ada beberapa warga Thai yang datang berkunjung juga untuk melakukan dana kepada beliau. Karena para bhikkhu hutan hanya makan satu kali saja, kami memberikan catupatthaya dan sanghadana saja.Ajahn Wanchai akhirnya keluar juga dengan waktu yang telah dijanjikan , jam 12.30 tepat. Beliau menanyakan saya yang menggunakan gantungan card name dgn bahasa thai yang artinya "kamu dari mana?"dan saya dengan malu2 menjawab "i'm from indonesia , luangpho"...Ajahn wanchai memberikan wejangan Dhamma seperti ini jika ditranslate dari bhs Thai " sekalipun dokter hebat, jika jasmani ini sakit, dia juga akan pergi ke dokter yang lain. semua manusia tidak luput dari sakit dan tua. tidak peduli kamu orang Thai atau orang Indonesia, kamu juga pasti akan sakit dan tua. mumpung masih sehat,masih muda, gunakan waktu ini untuk mempraktikan meditasi dimanapun berada.hanya diri sendiri yang mampu mempraktikkannya, kita tidak bisa mengharap orang lain untuk kebijaksanaan kita sendiri."mantaf...hehe...satu kalimat dari Ajahn Wanchai sebagai penutup "praktikkan meditasi sekarang juga!"...dan Ajahn Wanchai langsung masuk kamar kuti lagi.hehe. jauh2 pergi kesini, mendengarkan wejangan Dhamma dari sosok praktisi yaitu...nga jauh2 dari meditasi.hehe. Kami tidak sempat mengambil foto beliau, karena di dalam vihara ini sebenarnya tidak diperkenankan juga, kami baru taunya setelah mengambil foto, hehe. jadi kami hanya foto di sekitar vihara saja, melihat murid2 beliau menyapu halaman sekitar vihara. Ingat ceritanya Ajahn Chah...yang selalu menyuruh menyapu dan menyapu...hehe. 
Sekitar jam 3 sore kami menuju ke vihara luangpho Canrian. beliau merupakan teman seperjuangan Luangta Mahaboowa.Jadi beliau juga sesepuh bhikkhu hutan yang masih hidup sampai sekarang ini.Di vihara yang bernama Wat Tham Sahai ini juga tidak diperbolehkan mengambil gambar. jadi hanya disimpan dalam benak masing2 saja. tapi di sekitar luar vihara, ada beberapa kuti yang sempat saya abadikan.

Wat Tham Sahai ini merupakan vihara goa. Goa yang asli ini isinya rupang2 Buddha, Foto2 para Guru seperti Ajahn Mun Bhuridatto, Ajahn Sao Khantasilo, foto Raja Bhumibol masih muda. Didalam vihara ini sungguh teduh.agak gelap,dan kebetulan juga memang mau hujan.hehe.Sudah banyak umat yang menunggu Ajahn Canrian.Kami berencana jam 4 sore, jika Ajahn belum keluar juga dari kuti, kami akan menitipkan dana ini kepada murid beliau. Tetapi alangkah kagetnya kami, jam 4 kurang 5 mnit, Ajahn Canrian keluar dengan menggunakan kursi roda dan langsung membuat kopi di belakang, dan segera duduk di tempat beliau didepan. Dengan gaya yang menurut saya, "nyentrik" (maafkan saya) beliau duduk dengan gaya di warung kopi, beliau sungguh buat saya takjub. ini seperti cerita dari murid Ajahn Chah yang menceritakan ada beberapa bhikkhu hutan yang gaya aslinya nyentrik , tidak mengada2, memang apa adanya. Dan akhirnya, saya bertemu juga dengan yang diceritakan di buku.hehe...sungguh pengalaman yang tak terlupakan.Ajahn Canrian, tertawa lepas pada saat berkata (dlm bhs thai )" orang2 kaya ini membuat para bhikkhu kebingungan, jika berdana bisa gila2an, tetapi jika disuruh menjadi bhikkhu, tidak ada yang mau, hehe" kebetulan ada umat yang berdana gong .jadi ajahn berbicara seperti itu. Blessing di vihara ini lucu. permen dilempar kemana2 dan umat berebutan mengambil permen2 yang dilempar ini.hehe, padahal mampu beli permen 5 pak smpai 1 dos, tapi entah kenapa pada saat blessing permen yang dilakukan di vihara ini , orang pada berebutan untuk mengambilnya.hehe.
Jam 5 sore kami menuju ke vihara Luang pho Bun Peng dengan nama Wat Tham klong Pen.Di sekitar wilayah Wat Tham Klong Pen, ada musium Ajahn Khao Analayo.Tapi pada saat kami kesana, musium itu sudah tutup. karena ada batas waktu berkunjung Ternyata Luangpho Bun Peng merupakan murid dari Ajahn Khao Analayo. Pada saat kami tiba disana, Luangpho Bun Peng sakit karena beliau juga sudah berusia senja. jadi beliau hanya di ranjang saja. kami melihat dari balik jendela kaca, yang menerima dan menyambut kami samanera muda. Semoga luanpho bisa sehat kembali  sadhu3x...Jadi hari ini tgl 10 Juli kami sudah berkunjung ke 4 vihara. yang mana 2 dari Luangpho sudah tua dan sakit2an, semoga saja beliau-beliau bisa sehat kembali seperti sedia kala,

Lanjut lagi cerita perjalanan besok tgl 11,12 dan 13 Juli. Sampai disini, cerita pengalaman saya sewaktu berada di Bangkok dan Udon Thani. Semoga para ajahn, para guru masih mampu mengajarkan Dhamma kepada kami yang walaupun mengalami kelapukan jasmani, semoga Dhamma tetap lestari.sadhu3x...


Selasa, 11 April 2017

Renungan,"Kematian itu pasti...."


Berapa hari ini ada kabar berita yang mengagetkanku. Beberapa orang yang kukenal, meninggalkan dunia ini baik secara mendadak maupun sakit yang sudah lama diderita. Meninggal dengan cara mendadak sungguh membuat sanak keluarga atau teman terdekat menjadi kaget,shock, tidak menyangka dan lebih parahnya bisa mengakibatkan trauma ringan pada keluarga yang ditinggalkan. Jantung berhenti berdetak itu sesuatu yang sangat mengerikan bagi manusia pada umumnya. Detakan jantung sangat mempengaruhi kehidupan mahluk hidup. Tetapi tidak sedikit seorang manusia yang menyepelekan detakan jantung itu. Mereka seolah-olah tidak menghargai detakan jantung maupun hembusan napas yang ada pada diri. Jika menilik pada mahluk hidup seperti hewan, hewan jelas sekali tidak mempunyai kemampuan untuk menyadari hembusan napas.Hewan memenuhi hidup mereka hanya untuk mengisi perut mereka yang selalu kosong. Setelah terpenuhi, mereka pun pasti pergi untuk beristirahat alias pergi tidur. Dan hal ini dilakukan setiap hari,setiap bulan,setiap tahun sampai akhirnya hewan ini mati. Sungguh menderita terlahir menjadi seekor hewan. Hanya itu saja yang mereka dapat lakukan. Tetapi, kita sebagai manusia, yang mana lebih tinggi derajatnya dibanding seekor hewan, kebanyakan selalu menghilangkan kesempatan akan 1 keuntungan  yang dimiliki. Keuntungan apa itu ? keuntungan yang dimiliki manusia adalah memiliki akal sehat. Akal sehat yang diliputi pikiran cinta kasih,welas asih, turut bersuka cita atas kebahagiaan orang lain dan ketenangseimbangan mampu membuat manusia tersebut layak disebut"manusia unggul". Jika manusia tersebut sudah memiliki akal sehat yang seperti itu, walaupun ajal menjemput, dia akan selalu siap menyambut kematian. Tidak ada ketakutan yang menghampiri dalam diri.Bukan berarti seseorang tersebut berani mati, tetapi seseorang tersebut telah berbuat semaksimal mungkin akan waktu yang telah dijalani sebagai manusia untuk berbuat kebajikan.Dia tidak akan melewatkan 1 menit pun untuk melakukan hal-hal yang positif dalam kehidupannya sehari-hari. Sungguh berbahagia jika melihat,mendengar, dan mengetahui ada seorang manusia sedang berlatih menuju Jalan kebajikan itu setapak demi setapak. Tidak gampang menuju Jalan kebajikan itu, selalu ada batu sandungan yang bertebaran ditengah jalan maupun di pinggir jalan.Walaupun terkadang terjatuh sampai terguling-guling, "petarung" itu akan tetap bangkit dan maju dalam menapaki kehidupan.
Manusia tidak luput dari sakit. Memang gampang sekali berujar seperti itu jika ada seseorang tidak kita kenal meninggal dikarenakan sakit.,Sangat klise untuk mengatakan "wajar".Andaikan saja, jika ada orang tua kita sendiri, saudara kita sendiri yang diserang penyakit dan tidak tertolong lagi.Apakah kita mampu mengatakan "wajar, jadi manusia kalau sakit terus meninggal"pada diri kita sendiri ? Dijamin, kita tidak akan mampu mengatakan itu. Karena kita diliputi kesedihan, ratap tangis akan kehilangan orang yang kita miliki,cintai.Kita akan sangat merasa kehilangan.
Untuk tetap berdiri tenang diantara kegelisahan batin itu sangat sulit. Kita seperti berperang. Ada konflik dalam batin. Kita tidak menginginkan penderitaan sakit, tua dan, meninggal. Tapi kita akan menjalaninya sebagai manusia. Karena kita terlahir menjadi manusia, kita harus siap menerima penderitaan, suka atau tidak suka, kita akan menjalani dan menerimanya sebagai pelajaran hidup.Bahwa hidup ini sangat singkat. Begitu cepat waktu berlalu, tidak terasa kehidupan kita ujung-ujungnya menuju pintu kematian. Mumpung masih ada napas berhembus, mumpung jantung masih berdetak dengan sehat, selalu amati akan kehadirannya. Jangan buang waktu percuma untuk berbuat hal yang tidak berguna,karena jika maut sudah menjemput, kita tidak bisa lagi berbuat semau kita. Aku yang sekarang ini, belum tentu bisa hidup seperti orang-orang tua terdahulu. Belum tentu umurku bisa mencapai 50 tahun. Bisa saja napasku berhenti saat ini. Tetapi aku juga menyakinkan diriku aku juga telah banyak melakukan hal-hal yang baik selama ini,. Ini juga termasuk motivasi dalam hidupku, untuk terus melakukan kebajikan walaupun itu sepele dimata orang lain.
Terlahir menjadi manusia sungguh amatlah sebuah kesempatan langka. Jangan buang kesempatan ini begitu saja!..........

Rabu, 21 Desember 2016

Kenangan tgl 26 - 28 Oktober 2016

Sebaiknya kutulis disini, mumpung ingatan masih segar.Tgl 26-28 Oktober 2016 adalah tanggal yang seperti biasa dilewati.Tetapi tanggal tersebut mempunyai moment yang langka.Walaupun sudah berlalu, tapi aku masih mengingatnya dengan jelas.Betapa banyak pengalaman dan pelajaran yang kudapat dari 3 hari yang singkat itu.
Tanggal 26 Oktober 2016,hari pertama latihan bersama Y.M.Bhikkhu Adhiratano.
Karena waktu sudah telah ditentukan yaitu jam setengah 8 malam, Bhante mulai memberikan ceramah singkat, tetapi beliau tidak memberi instruksi untuk memulai latihan jalan lebih dulu.Karena beliau ingin memperkenalkan metode-metode apa saja dalam praktik meditasi.Jadi beliau berbicara dan kami mendengarkan dengan kyusuk selama setengah jam dilanjut latihan duduk dengan durasi 1 jam .Alhasil, kami semua duduk selama 1 1/2 jam yang membuat rasa jengkel tak tertahankan.Kaki mau lepas, batin berontak.(hehe). Bhante Adhiratano menekankan 3 hal yang harus dikembangkan dalam latihan meditasi .(tumben diri ini masih mengingatnya) yaitu :
1. Kewaspadaan (SATI) sikap tenang penuh dengan kehati-hatian dalam mengamati objek.Ini seperti di lantai penuh dengan beling kaca yang pecah berhamburan.Karena anda mengetahui ada pecahan kaca dan anda tidak ingin terluka , maka anda akan mengayunkan langkah kaki anda dengan penuh waspada dan hati-hati.Seperti ini juga dalam latihan meditasi apapun posisinya.Berhat-hati untuk tidak terikut perasaan yang timbul, pikiran yang timbul, dan sensasi yang dikeluarkan badan jasmani,
2. Kesabaran (KHANTI) , sikap bertahan dalam satu titik dalam menghadapi segala kotoran batin yang timbul baik itu rasa suka dan duka.Yakinkan diri anda untuk tetap duduk disana tanpa bergerak sedikit pun.Gatal atau rasa sakit yang tak tertahankan tugas anda hanya menyadari saja(omg).Anggap badan anda lumpuh total yang terbaring kaku di pembaringan.Tetapi jika pikiran masih tetap berontak , coba saja anda menarik nafas anda dalam-dalam dan tahan berapa detik.Anda akan merasakan perbedaannya.Jika rasa sakit masih menghantui juga,pindahkan pelan2 kaki anda dari tempat semula dan ganti posisi yang nyaman menurut anda atau gerakkan jari kaki anda dengan disadari.
3. Tekad ( ADHITANNA) , memiliki tekad yang kuat sangat baik dan harus dipertahankan.Seakan-akan ini adalah perjuangan tanpa henti anda dalam latihan.Jadi latihan tidak terputus ditengah jalan.Ini seperti anda menaiki sebuah gunung,pada saat anda masih di bawah, anda hanya melihat sedikit pemandangan dan anda harus menapakkan langkah kaki anda lagi untuk melihat cakrawala diatas gunung sana.Teruskan langkah kaki anda untuk terus ke puncak,jangan berhenti di tengah,sungguh disayangkan jika anda berhenti ditengah2 latihan.
Jadi pada saat itu kaki ku sudah tak tertahankan, dan akhirnya dengan segera kuganti posisi duduk lagi .Baru dalam latihan ini aku berganti posisi 1x dalam meditasi duduk.Pelajaran yang kudapat pada saat itu, betapa berontaknya pikiran ku pada saat kaki kesakitan,seakan-akan ini bukan badanku.aku tidak bisa memerintahkan kaki ini untuk nyaman disini.setelah berganti posisi, aku mulai nyaman lagi,dan pikiran yang berontak ini berangsur-angsur tenang kembali.

Tanggal 27 Oktober 2016 hari Ke-2 latihan bersama Y.M.Bhikkhu Adhiratano
ceramah singkat bhante yang buat aku bergetar.setelah ceramah itu dilanjut dengan latihan jalan setengah jam dan duduk 1 jam. Ceramah bhante yang masih kuingat seperti ini "Anggap nafas yang anda miliki saat ini adalah nafas terakhir. Anda terbaring kesakitan tak berdaya menunggu ajal di pembaringan.anda tidak mampu menggerakan satu jari sekalipun.Masalah pekerjaan, masalah keluarga untuk sementara diletakkan.Hal tersebut tidak terlalu penting.Yang terpenting saat ini adalah nafas yang anda miliki sekarang.satu-satunya harta yang berharga untuk saat ini adalah nafas anda.Seperti inilah anda melatih kesadaran pada nafas.selalu kembangkan kesadaran di setiap tarikan dan hembusan nafas.Anda akan duduk dengan tenang mengamati nafas bekerja apa adanya.anda hanya mengamati,tidak perlu berkomentar apapun.Siapa pun di dunia ini tidak ada yang membenci dan menyukai nafas."apakah anda membenci nafas anda ? buang saja nafas anda kalau bisa,hembuskan nafas anda terus-terusan tanpa menghirupnya, begitu pula dengan menyukai nafas apakah anda menhirup nafas anda sepanjang waktu? hirup saja terus menerus, tanpa menghembuskan.Apakah disini ada yang bisa ?(hehe) setelah itu kami melanjutkan latihan,dan latihan pada hari itu terasa nyaman dan tentram...1 1/2 jam menuju nibbana ..."ujar bhante (hehe)

Tanggal 28 Oktober 2016 Hari terakhir latihan bersama Y.M.Bhikkhu Adhiratano
Karena hari terakhir, bhante tidak menjelaskan panjang lebar lagi, bhante hanya mengingatkan kembali untuk tetap berlatih bersama dengan tekun dan giat.ini seperti banyak lilin yang dinyalakan di ruangan, jika satu lilin saja yang menyala ,ruangan belum terlihat karena pandangan masih terbatas akan cahaya yang remang2.jika lilinnya banyak dan semua menyala, pandangan tampak jelas dan cahaya yang indah akan menerangi seluruh ruangan tersebut.Saling menyemangati teman satu dengan teman yang lain akan sangat membantu kita dalam praktik.Semua manusia di dunia ini ingin berbahagia,tetapi untuk berbahagia itu, acap kali manusia bersandar pada sesuatu yang rapuh dan membawa penderitaan baru.Ini seperti bergantung pada akar yang jabuk, yang suatu saat pasti akan putus.Hanya dengan mempraktikkan ajaran Dhamma ini, anda akan menemukan kebahagiaan sejati.Bhante dengan tegas mengatakan "tidak ada jalan lain selain ini (berlatih meditasi), jika ada jalan lain coba tunjukkan kepada saya",bhante juga berujar "kita harus siap dalam menghadapi kematian, karena kematian itu pasti.pikiran pada saat menjelang ajal tidak  bisa diprediksikan,jika kita pernah berlatih samadhi setidaknya kita masih bisa mengarahkan pikiran pada saat menjelang ajal ke arah yang baik.tapi bagaimana dengan orang yang tidak pernah berlatih?,pikiran dendam,benci,iri hati bisa muncul kapan saja,maupun pada saat menjelang kematian.jika itu yang terjadi,, sudah bisa dipastikan kita akan terlahir di alam penderitaan(ABHAYA) .Jadi meditasi itu juga tidak mesti harus duduk lama dengan mata terpejam.meditasi adalah sadar setiap saat dimanapun dan kapan pun.selalu jaga kesadaran jangan sampai lengah.

Itu yang diingat pikiran ini.Setelah tgl 28, kami berkunjung ke kuti beliau untuk pamit kepada beliau untuk mengucapkan terima kasih sebelum beliau berangkat kembali ke Jakarta dan ke Srilangka.Bukannya kami pamit, kami duduk berjam-jam sharing dan  mendengarkan cerita beliau yang seru sekali waktu di Srilangka. Cerita dari beliau yang sangat seru dan menarik untuk dikenang.Terima kasih Bhante, semoga bhante Adhiratano senantiasa sehat,panjang umur,semakin maju dalam Dhamma.Sadhu,sadhu,sadhu.

Selasa, 29 November 2016

Perjalanan singkat atau panjang tetap memberi kesan

Mumpung masih ingat moment-moment selama perjalanan seminggu di kota gudeg,Magelang,Solo, Jadi dituangkan disini.
Diawali tgl 19 November 2016, pukul 4:15 Wite saya,mama dan keponakan berangkat menuju bandara Juata Tarakan.Pada saat itu hujan deras menemani kami disepanjang jalan.Karena waktu cek in menunjukkan pukul 6:00 pagi, kami pergi lebih awal, khawatir ketinggalan pesawat.Ada kejadian kecil juga yang terjadi di awal keberangkatan itu.Dari kejadian itu, saya akan lebih memilih berangkat ala backpacker seorang diri.Tidak ribet.hehe
Karena tgl 19 itu ada moment yang bisa dibilang mengecewakan, mulai dari perjalanan ke tempat sanak keluarga,  tempat tinggalnya, jadi intinya saya mengeluh dan tentu itu tidak baik untuk ditulis disini secara detil.Tetapi saya tetap mengucapkan banyak-banyak terima kasih , dan bisa menikmati suasana pedesaan di kala cahaya matahari masih malu-malu untuk keluar .Disaat mengeluh pada waktu itu, saya memilih untuk berjalan-jalan melihat pemandangan pedesaan.
Tgl 20 November 2016 sekitar pukul 9:15 saya, mama dan keponakan mencari terminal bus tujuan magelang.lebih tepatnya Desa Mungkid,Magelang.Kami menemukan bus yang mempunyai tujuan langsung ke terminal borobudur.Setelah bertanya ke orang2 sekitar, akhirnya kami menemukannya.Hanya dengan ongkos Rp 20.000,- bus ukuran 3/4 bernama cempaka putih membawa kami ke terminal borobudur dengan waktu 1 1/2 jam.Pukul sudah menunjukkan 10:45, akhirnya kami sampai juga ditempat yang dituju.Setelah sampai di terminal, kusir andong mendatangi kami untuk menawarkan jasanya.Segera kami mengikuti kusir andong itu untuk mencari penginapan terdekat.Sekitar pukul 11:00 kami sudah mendapat penginapan,Penginapan Lotus 1 dengan harga Rp 200.000 per kamar terletak di pinggir jalan pelataran kawasan candi borobudur .  kami juga sudah membersihkan diri dan mengisi perut yang lapar.Pada saat itu, diselenggarakan festival marathon borobudur.Jadi suasana sangat sangat ramai.Tetapi kata pak kusir andong ini belum terlalu ramai, andong masih bisa lewat, coba kalau ada acara agama Buddha, macetnya.Andong saja tidak bisa lewat dijalan ini saking macetnya.Begitu kata pak kusir, dan buat saya ternganga, bukan main dalam hati saya.hehe.cuaca panas terik tidak menyurutkan semangat untuk segera menaiki tangga candi.jantung tidak karuan berdetak, karena cukup jauh juga jarak antara loket masuk dan pelataran candi dan juga ini baru pertama kalinya, saya menginjakkan kaki di tempat bersejarah seperti ini.kami disambut oleh pohon beringin tua yang besar dan mempunyai akar yang panjang menjuntai ke bawah.Tiba saatnya kami sampai di tangga pertama.begitu takjubnya saya melihat dari bawah, saking takjubnya, saya sempat terharu.mau menangis rasanya.hehe.setelah naik tingkat paling atas, yaitu di stupa yang paling besar, bukannya lebih khuysuk untuk hening, malah terganggu dengan wara-wiri turis lokal maupun mancanegara.Penuh sesak, cuaca panas menambah kecewa dalam hati.saya ingin kesini lagi, pas sudah sepi.itu niat saya.jadi tgl 22 november saya kembali lagi di pagi hari, jam 6:30.
Tgl 21 November 2016 sekitar jam 8:30 pagi kami dijemput andong yang kemarin.kali ini rute kami mau ke vihara mendut, candi mendut dan candi pawon.jaraknya tidak terlalu jauh.hanya memakan waktu setengah jam, kami sudah sampai di vihara mendut domisilinya Y.M Bhikkhu Sri Pannyavaro Mahathera.Karena para bhikkhu menghadiri acara HUT STI ke 40 di Jakarta, alhasil vihara mendut sepi.hanya ada penjaga.tapi disitu lah puasnya untuk berkeliling melihat pemandangan di vihara mendut.hehe.Pertama masuk pintu, saya melihat patung Buddha parinibbana.setelah itu ada ruangan dhammasala, segera saya menghaturkan rasa hormat dengan memasang dupa dan bersujud sebanyak 3x.Setelah itu tidak lupa kami berfoto-foto ria.hehe.lanjut ke tengah kawasan vihara, saya jumpai pintu berbentuk candi replika angkor wat, saya pikir satu saja, rupanya dibelakang ada juga pintu replika candi angkor wat lagi.saya jatuh cinta dengan vihara mendut yang asri, tenang, adem.pokoknya saya tidak ingin beranjak dari vihara mendut.jalan sebentar, kami sampai di candi mendut.dengan tiket yang murah meriah hanya Rp 3.500,- kami segera memasuki kawasan candi mendut.candi mendut dekat dengan rumah-rumah orang sekitar.betapa bahagia nya bisa tetanggaan dengan candi dan vihara mendut.hehe.Untuk ruangan tengah candi kalau dilihat dari luar terlihat gelap, tetapi pada saat masuk melihat patung Buddha posisi duduk tegak, seakan-akan ada cahaya ditengahnya.dan itu tertangkap oleh camera di hp saya.setelah puas mengambil gambar di dalam ruangan candi, saya melanjutkan dengan di luar ruangan.saya dapati ibu-ibu sedang membersihkan bebatuan dengan seikat lidi kecil.Mereka sedang membersihkan lumut yang menempel di bebatuan candi.sungguh pekerjaan yang mulia.Di kawasan candi mendut, turis mancanegara tidak sebanyak di candi borobudur.jadi kami hanya melihat para pekerja yang membersihkan dedaunan, memotong rumput, menyapu.pemandangan ini lebih enak dipandang dibandingkan yang kemarin.
lanjut dari candi mendut, tak lupa saya berniat kembali "q ingin kesini lagi, tunggu q", kami ke candi pawon.Ukuran Candi pawon agak kecil dibandingkan candi mendut.tetapi mempunyai ukuran yang sama yaitu segi 4.candi pawon ini juga bersebelahan dengan rumah orang-orang sekitar.Harga tiket masuk juga sama seperti di candi mendut.Setelah selesai mengambil gambar candi pawon, kami kembali ke penginapan.3 Candi yang kami datangi itu merupakan 3 candi agama Buddha yang mempunyai letak sejajar dengan garis lurus.Hebat nya y.ckck
Tgl 22 November 2016 pagi pukul 6:30 saya sendirian segera bergegas ke candi Borobudur lagi.hehe.Dengan semangat 45, jarak jauh dengan jalan kaki tidak melemahkan sedikit pun diri ini.ceile.Udara sejuk mengelilingi kawasan candi borobudur. Merasakan nafas masuk, keluar merupakan moment yang berharga pada saat itu. Tiba di puncak, bertemu dengan turis mancanegara, yang sedang asyik mengambil gambar atas keindahan candi borobudur.Walaupun mereka asyik berfoto-foto ria, tapi mereka tidak bising seperti turis lokal kemarin .Turis mancanegara lebih menghormati dengan sikap mereka yang tidak grasa grusu pada saat mengamati satu stupa dengan stupa yang lainnya.Tidak lupa juga saya meminta gambar dengan salah seorang bule mancanegara yang entah dari mana asalnya, saya juga tidak menanyakannya, yang penting dapat foto bersama,hehe.

foto di pagi hari, matahari masih malu-malu


foto dengan turis mancanegara,hehe
Masih tanggal 22 November 2016, sekitar jam 8:30 pagi setelah selesai mandi dan sarapan, kami pun berniat untuk pergi ke Solo, berkunjung ke Vihara Dhammasundara. Kami menjumpai supir taxi, setelah nego harga kami sepakat untuk membayar Rp 700.000 biaya pulang pergi ke solo.Perjalanan ke Solo menghabiskan waktu kurang lebih 2,5 jam.Itupun melewati jalur alternatif , supaya menghindar dari kemacetan di Jogjakarta.Jadi dari Magelang ke Solo lumayan jauh jaraknya.Perjalanan kami ke Solo, melewati Klaten.Dengan menggunakan GPS di Google Maps setidaknya membantu kami dalam perjalanan yang berliku-liku. Setelah sampai di Jalan Ir.Juanda, kami mulai mengamati dengan pasti dimana kira-kira Vihara itu berada,Rpanya dipinggir jalan.Mudah saja mencarinya ternyata,hehe.Pertama kali masuk, kami melihat pintu gerbang besar, yang sangat keren. Ditengah kawasan vihara, ada Candi replika di Kamboja, berwarna putih.Candi yang sangat indah,
                                         replika candi yang ada di Vihara Dhammasundara
Vihara Dhammasundara tampak depan

Setelah puas mengelilingi vihara yang sepi, kami pulang kembali ke magelang.Kami diguyur hujan yang sangat deras dalam perjalanan. Kami sampai di penginapan di desa mungkid sekitar jam 5:00 sore. Walaupun di dalam mobil, kami pun merasakan kedinginan, padahal AC di mobil sudah dimatikan. Tapi saya senang sudah bisa menginjakkan kaki di vihara Dhammasundara,Solo.

Tgl 23 November 2016 kami kembali ke Jogjakarta, karena tgl 26 November 2016 kami sudah kembli ke Tarakan, jadi rencana saya tgl 23 sudah menginap di dekat Bandara adisucipto, Jogjakarta, biar gampang membawa barang-barang. Kami menyewa jasa supir taxi yang kemarin, dengan membayar Rp 250.000,- kami tiba di dekat Bandara adisucipto.Kami mendapat penginapan yang murah meriah, yang lumayan strategis juga dalam hal cuci mata.hehe.Tiap hari kami melihat pemandangan kereta api melewati jalur kereta di dekat Bandara Adisucipto.Jadi sangat ramai, tapi seru.Banyak juga makanan yang dijajakan oleh pedagang kaki lima di depan penginapan itu.Nama penginapannya  Penginapan Sari .dengan harga semalam Rp 145.000 saya menyewa untuk 3 hari ke depan.Setelah membereskan tas dan barang bawaan kami, sekitar jam 12:30 siang kami sudah mengisi perut kembali, kami berkunjung ke Candi Prambanan. Dengan menaiki Bus TransJogja, kami hanya membayar tiket Rp 3.500/org, kami langsung dibawa berjalan-jalan melewati terminal atau shelter Transjogja.Jangan takut untuk bertanya dengan petugasnya disana.Mereka sangat ramah dan jujur.jadi kita tidak akan takut dibohongi juga.Candi Prambanan di pinggir jalan.Terlihat jelas jika kita melewati jalan besar di jogja.Setelah sampai di terminal prambanan milik transjogja, kami menaiki andong lagi.Dengan harga Rp 40.000 kami dibawa andong ke pintu masuk candi prambanan. Harga tiket masuk Candi prambanan Rp 35.000,-.Kawasan candi prambanan diliputi angin sepoi-sepoi.Tapi pada saat mendekat pelataran candi, angin disana sangat kencang.Kami tidak mengunjungi Candi sewu,dan candi yang lain,Karena melelahkan.jadi kami segera pulang.tidak lupa kami pergi ke terminal prambanan tempat kami diturunkan.Dengan tujuan shelter Bandara, kami pun sampai, sisanya kami jalan kaki sebentar, dan telah sampai di penginapan.

Tgl 24 November 2016, kali ini, rute kami yaitu Keraton Ngayogjakarta.Seperti biasa kami menaiki bus transjogja lagi, dengan tujuan terminal taman pintar.Terminal itu yang termasuk dekat dengan alun-alun keraton. Setelah sampai di terminal taman pintar, kami menaiki becak motor untuk minta diantarkan ke alun-alun. Dengan harga Rp 10.000 kami dibawa ke tempat perusahaan rumahan Bakpia pathok,kami juga diantarkan untuk melihat tempat kerajinan batik, tapi kami tidak kesana, karena kami sudah banyak membeli baju batik sewaktu di Borobudur.Banyak pohon beringin tua di sepanjang jalan, jadi terlihat sangat adem di mata, meneduhkan.Kami diturunkan di parkiran andong.karena masih pagi, keraton masih nampak tutup.Jadi kami menaiki andong lagi untuk dibawa berputar-putar mengelilingi alun-alun, dan sekitar keraton luar. Setelah tawar menawar dengan pak kusir andong kami menyetujui harga sewanya yaitu Rp 70.000,-.Kami juga jumpai rumah kerabat Kelurga kerajaan yang sangat megah diantara gang-gang kecil.Setelah puas berkeliling, akhirnya pintu masuk keraton terbuka juga tanda turis sudah boleh memasuki  area keraton.Harga tiket masuk Rp 5.000/org dewasa dan tiket untuk memotret Rp 1.000,-
salah satu ruangan di area keraton
Para abdi dalem keraton pun tidak lupa saya ambil gambarnya, tidak lupa meminta ijin dengan sopan santun untuk meminta gambar para beliau-beliau itu.Ada juga museum di dalam kawasan keraton .Banyak foto maupun lukisan dari Para Pemegang Kekuasaan di Keraton dari jaman kolonial Belanda sampai foto Sri Sultan Hamengkubuwono yang sekarang.
Salah satu foto yang terpampang di museum

Tgl 25 November 2016 hari terakhir di Jogjakarta.Rute trip ini mendadak juga, karena sudah bingung mau kemana lagi. Dan kami sepakat untuk pergi ke kebun binatang Gembira loka.Terminal tujuan kami bernama terminal gembira loka jg, jadi mudah saja untuk mencarinya. Tiket masuk kebun binatang Rp 25.000/org dewasa. kami banyak menjumpai binatang-binantang yang selama ini dilihat di layar kaca saja.Harimau itu besar juga ya.hehe,ternyata.hehe.
foto di perjalanan masuk gembira loka

Tgl 26 November 2016, saatnya kami berpisah dengan orang-orang di penginapan.Karena kami ikut pesawat pagi , chek in jam 6:00, kami segera meluncur ke Bandara dengan berjalan kaki saja.Kami sampai di Tarakan jam 1:00 siang setelah antri mengambil barang di bagasi.

Perjalanan yang tidak akan dilupakan. Pada umumnya, orang mungkin berlibur mengunjungi malioboro,pantai parangtritis. Tetapi kalau saya pribadi lebih senang mengunjungi tempat-tempat bersejarah dan tempat yang penuh dengan ilmu pengetahuan.Jadi tidak sia-sia pergi ke tempat tersebut. Sekian cerita perjalanan selama seminggu kemarin ,mumpung ingatan masih segar, saya tuliskan semua beserta harga-harganya, jika suatu hari nanti ingin kesana kembali, bisa dikenang.ternyata harganya bisa naik atau tetap, jadi untuk perbandingan.Karena tidak tiap tahun saya bisa berangkat keluar kota seperti kemarin.Tamat.













Rabu, 17 Agustus 2016

Seberkas cahaya .....

Cahaya yang kutemukan hampir membuat aku terbang ke angkasa, tapi cahaya itu bergeming, dia tetap disana , bersinar apa adanya. Hanya aku yang menilai lebih terhadap-Nya.  Aku  bermaksud meninggalkan cahaya itu, tapi bagaimana aku nantinya ?. Apakah  aku  siap  dengan kegelapan ?....jelas betapa bodohnya diri ini jika meninggalkan cahaya tersebut.Walaupun  dia  hanya  seberkas  cahaya  yang  kecil, tapi  dia  begitu  hangat, dan aku menyukainya. Aku  menemukannya  dengan tidak di sengaja. Tapi  sayangnya, aku  belum bisa  menilai  cahaya  itu  apa  adanya, kenapa  begitu  senangnya  aku  dengan  cahaya itu ? Aku  begitu sedih  jika  cahaya  itu  terkena  hembusan  angin, aku takut jika  suatu saat  cahaya yang kecil  itu  akan redup...aku  tidak  ingin  melihat  dia  sirna  di depan  mataku. Aku  ingin  selalu  membawanya  serta  kemanapun aku  pergi, Aku  ingin  cahaya  itu  selalu  ada  di sini menemaniku.
Apakah  aku  nampak  egois  dan serakah  jika  aku  ingin  memilikinya  dan  menjaganya  seorang diri ? Cahaya  ini  hampir  mengambil  alih  seluruh  perhatianku, dan memang kenyataannya, dia memang  berkilau  dilihat  dari  sudut  manapun, dan  aku  bangga  dengannya. Seperti  tulisan  ini, aku  melebih-lebihkan  arti  dari  cahaya sebenarnya.Sungguh menggelikan, Aku  menganggap  cahaya  ini  seperti layaknya manusia.
Tapi  sekali  lagi, aku  sangat  berterima kasih kepada-Nya, walaupun  cahaya  ini  tidak  memerlukan  terima kasih dariku. Cahaya  kecil  nan berkilau yang  menghangatkan hatiku, tetaplah  bersinar  disini, temani  aku  sampai  batas  usiaku...